Tahun 2014 merupakan tahun yang spesial bagi bangsa Indonesia karena pada tahun inilah terjadi perubahan kepemimpinan nasional. Sebuah peristiwa yang terus diamati oleh bank di Indonesia. Karena sedikit atau banyak hal ini sangat berimpact terhadap pengambilan keputusan Bank untuk melangkah maju.

Harus diakui sepanjang tahun 2014 Bank sulit sekali mengambil keputusan yang sangat besar untuk berinvestasi sehingga perkembangan sistem teknologi informasi dalam perbankan cenderung stagnan. Namun demikian ada beberapa hal yang bisa kita lihat perbankan Indonesia lakukan dalam kaitannya dengan sistem teknologi informasi mereka.

 ATM

Sepertinya dalam situasi apapun infrastructure merupakan hal yang perlu untuk dilakukan karena ini merupakan dasar dari segala sistem dan aplikasi informasi perbankan yang berjalan di atasnya

a. Network
Bank tetap memandang perlu melakukan investasi disisi networking untuk ekspansi bisnis. Solusi Network yang umumnya digunakan di Indonesia antara lain adalah Cisco dan Huawei.

b. Virtualisasi
Trend yang juga trelihat dalah kebutuhan untuk melakukan vistualisasi bagi server fisik milik bank. Solusi yang banyak digunakan untuk kebutuhan ini adalah VMWare dan Red Hat Enterprise Virtualisation.

c. Licensing
Isu licensing bagi bank merupakan isu yang kritikal karena merupakan kebutuhan untuk comply dengan regulasi yang ada. Licensing yang dilakukan oleh bank adalah licensing Operating System (Microsoft Windows Server dan familinya serta Red Hat Linux Enterprise) dan Database (Microsoft SQL Server dan Oracle)

d. Security dan monitoring
Bagian dari penguatan infrastructure adalah memperkuat security di level infrastructure. Bank juga melakukan monitoring terhadap infrastructure mereka. Solusi-solusi yang bermain di area ini adalah seperti F5, Riverbed, Safenet

 

a. Enterprise Data Warehouse (EDW)
Tahun 2014 juga mencatat peningkatan minat bank terhadap enterprise data warehouse.
Solusi data warehouse yang diminati oleh bank di Indonesia adalah: Teradata (Teradata), Oracle (Exadata), IBM (Netezza atau DB2Blue) dan EMC (Greenplum), untuk BPD cenderung melirik Microsoft sebagai solusi (MS SQL Server 2012)

b. Business Intelligence
EDW tidak dapat dilepaskan dari BI. Beberapa solusi Business Intelligence yang diadopsi oleh pasar di Indonesia adalah SAP (Business Object), Microstrategy (Microstrategy), IBM (Cognos), dan SAS (SAS)

c. ETL
Proses EDW juga tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan akan ETL Tools untuk melakukan ekstracting, transformasi dan loading data. Solusi yang diadopsi Bank di Indonesia antara lain: Microsoft (SSIS), Informatica (Power Center), dan IBM (Data Stage), serta Attunity (Attunity)

 

a. Big Data
Kebutuhan untuk melihat reaksi nasabah terhadap program perbankan membuat bank perlu mengakses web atau media sosial sehingga bisa mendapatkan gambaran yang menyeluruh. Solusi yang terkait dengan big data antara lain: Cisco (MAPR), Hadoop, Teradata (Aster Data)

b. Marketing Campaign
Bank melihat product campaign yang tidak dijalankan dengan strategi yang tepat tidak akan mengenai sasaran yang tepat. Bank perlu mentargetkan customer yang tepat dengan campaign yang tepat sehingga bank dapat mencapai return yang baik. Solusi marketing campaign tahun 2014 ini adalah Teradata (Teradata Marketing Application), dan Adobe (Digital Marketing Cloud)

 

Bank juga melihat bahwa perkembangan channel digital dan mobile merupakan unsur yang sangat penting dalam strategi mereka di masa depan. Maka bank tahun 2014 berusaha membangun digital center dengan memanfaatkan solusi seperti internet banking dan mobile banking.

a. Internet banking yang mendapat perhatian bank di Indonesia: EBWorx, Aprisma, dan FIS

b. Mobile banking yang diadopsi adalah solusi mobile banking native apps yang dapat berjalan di atas semua platform dan semua jenis mobile device. Solusi ini antara lain: Fiserv (Mcom), FIS

Teknologi-teknologi ini juga memungkinkan bank untuk mulai menerapkan bank nirkantor (branchless banking) dan program ini sepertinya akan terus bergulir sampai tahun 2015.

 

Bank juga memperhatikan compliance terhadap regulasi-regulasi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Regulasi-regulasi yang menjadi perhatian bank adalah seperti:

a. Transaksi Kartu Kredit dengan PIN
Tentang ini silakan baca: Transaksi Kartu Kredit Dengan PIN Berlaku 1 Januari 2015 dan PIN 6 Digit Kartu Kredit Ditunda Sampai 2020

b. NSICCS (National Standard Indonesia Chip Card Spesification)
Tentang ini silakan baca: Implementasi NSICCS di Indonesia

c. RTGS Generasi 2

d. ISO 20022

e. Laporan Bank Umum (Regulatory Reporting) dengan format XBRL
Solusi yang digunakan di Indonesia terkait ini antara lain: Fujitsu, Altova, dan Wolter Kluwers
Isu-isu ini membuat bank melakukan berbagai langkah supaya tetap bisa beroperasi dan tetap  comply dengan regulasi-regulasi tersebut.

Tahun 2014 merupakan tahun yang spesial bagi perbankan Indonesia dan harapannya tahun 2015 merupakan tahun yang lebih spesial.

Selamat Tahun baru 2015.

 

Sumber: R&D TeknologiBank.com

Sumber Berita: http://www.teknologibank.com/berita-review-2014-trend-teknologi-informasi-perbankan-indonesia.html#ixzz3UVLkt1jP

© Copyright 2013 PT Asia Sinergi Solusindo (ASSINDO)